Ciri Khusus Aqidah Islam Dan Para Pengikutnya Bag.6
6. Terbebas dari keraguan, kontradiksi dan samar-samar.
Sesungguhnya aqidah Islam ahlu sunnah adalah aqidah pertengahan, tidak dikurang-kurangi dan tidak ditambah-tambahi. Atau tidak terlalu lemah dan tidak terlalu ekstrim. Dan mampu memberi solusi bagi setiap problema yang ada di tengah masyarakat.
Seperti orang mu’tazilah misalnya. Mereka mengatakan bahwa orang gila itu kelak tidak berada di surga tapi juga tidak di neraka.
Alasannya bahwa orang gila itu semua perbuatannya di luar kontrol nalarnya.
Adapun ahlu sunnah mengatakan bahwa hisab bagi orang gila itu dilihat ketika orang gila tersebut waktu sehat (waras)nya. Jadi seandainya dia baligh pada usia dua belas tahun, kemudian dia gila pada usia tujuh belas tahun, dan begitu seterusnya hingga meninggal. Maka dia dihisabnya hanya ketika di usia dua belas tahun (sejak dia memasuki masa balighnya) hingga sebelum gilanya. Adapun di saat gilanya ya dia tidak dihisab.
Tetapi apabila dia di usia dua belas tahun sudah masuk masa baligh dan saat itu dia masih sehat hingga usia tujuh belas tahun, lalu di usia tujuh belas tahun itu dia gila hingga usia dua puluh lima tahun baru sadar (sehat/waras) hingga akhir hayatnya. Maka dia tidak dihisabnya ya pas di saat gilanya (di usia tujuh belas tahun hingga dua puluh lima tahun itu) lalu ketika sudah sadar kembali ya sejak itu dia kembali dihisab hingga akhir hayatnya.

Adapun kelompok khawarij. Maka sesungguhnya kelompok ini amat sangat ekstrim sekali. Sebab kelompok ini mengkafirkan semua orang yang berbuat maksiat. Bahkan mereka tidak segan-segan membunuh orang-orang muslim yang dianggapnya telah kafir (karena melakukan kemaksiatan).
Sementara ahlu sunnah berpegang pada hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tentang orang-orang yang bermaksiat. Yakni bahwa seseorang tidak beriman ketika dia berzina, seseorang beriman ketika dia mencuri, seseorang tidak beriman ketika dia membunuh dan sebagainya.
Padahal maksudnya dari hadits ini adalah bahwa seseorang yang saat itu melakukan kemaksiatan maka saat itu dia sedang tergelincir keimanannya. Atau keimanannya sedang berada pada titik terendah. Sehingga dia melakukan kemaksiatan. Jadi tergelincir itu ukan berarti murtad.
Bukankah Adam sendiri pernah melakukan kemaksiatan saat di surga? Yakni ketika Allah melarang Adam dan Hawa untuk mendekati sebuah pohon khuldi. Jangankan mendekat, Adam justru memetik dan memakannya.
Nah ternyata dari kejadian itu Allah Talah tidak langsung mengkafirkan Adam tetapi mengusir keduanya dari surga. Jadi mengusirnya ini bukan karena Adam telah murtad melainkan karena Adam telah bermaksiat kepada Allah, mendekati pohon yang telah dilarang Allah untuk mendekatinya.
Tetapi berbeda dengan seseorang yang mengharamkan sesuatu yang telah Allah halal dan menghalal sesuatu yang telah Allah haramkan.
Nah untuk yang satu ini memang ahlu sunnah sangat keras, sehingga tidak membuat ragu umatnya. Dan bahkan Rasulullah sendiri yang telah memberi contoh dalam hal ini. Yaitu jawaban Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam kepada ‘Adi bin Hatim yang sebelum Islam ‘Adi bin Hatim dahulunya Yahudi. Yaitu berkenaan dengan firman Allah Ta’ala:
إِتَّـخَذُوْا أَخْـبَارَهُـمْ وَرُهْـبَانَهُـمْ أَرْبَابًـا مِنْ دُوْنِ اللهِ وَ الْمَـسِيْـحَ ابْنَ مَرْيَـمَ وَمَـآ أُمِرُوْا إِلَّا لِيَـعْبُدُوْا إِلَـهًا وَاحِدًأ، لَا إِلَـهَ إِلَّا هُوَ، سُبْـحَـانَهُ عَـمَّـا يُشْـرِكُـوْنَ.
Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Qs. At Taubah 31.
Bahkan seandainya ada seseorang yang mengharamkan apa yang telah Allah halalkan atau sebaliknya, maka dia telah kafir. Sebab dia telah dengan berani membuat hukum yang bersebrangan dengan yang telah Allah tetapkan.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

