Ciri Khusus Aqidah Islam Dan Para Pengikutnya Bag.2
2. Selalu tunduk pada ketentuan Allah dan rasul-Nya.
Ini adalah ciri khusus kedua. Yaitu tunduk terhadap apa saja yang datang dari Allah dan rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wa salam. Terutama masalah ghaib. Tetapi bukan sekedar percaya pada masalah keghaiban melainkan perkara ghaib yang hanya datangnya dari Allah Ta’ala (Al Qur’an) dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam (As Sunnah).
ألم. ذَلِـكَ الْـكِـتَابُ لَا رَيْبَ فِيْهِ، هَدًى لِلْـمُـتَّـقِـيْنَ. الَّذِيْنَ يُؤْمِـنُوْنَ بِاْلْـغَـيْبِ وَيُقِـيْمُوْنَ الصَّلَاةَ وَمِـمَّا رَزَقْـنَاهُمْ يُنْـفِـقُوْنَ.
Alif Lam Mim. Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. (Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Qs. Al Baqarah 1-3.
Berbeda dengan kepercayaan kelompok lain yang mempercayai adanya hal ghaib yang mereka yakini.
Memang benar, ada kelompok-kelompok yang mempercayai adanya hal-hal yang ghaib. Mulai dari masalah jin, ruh setelah kematian, hidup setelah mati dan lain sebagainya. Tetapi pedoman mereka berbeda dengan ahlu sunnah. Sehingga wacana dalam hal-hal yang ghaibpun berbeda. Walaupun sama-sama mempercayai hal-hal yang berkaitan dengan perkara yang ghaib.

Menurut ahlu sunnah –mengenai jin- maka setiap muslim dilarang bersekutu dengan jin. Sebab Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salampun tidak pernah bersekutu dengan jin. Bahkan Imam Syafi’i berkata bahwa jin itu hanya bisa dilihat oleh dua kelompok manusia: nabi dan rasul. Apabila ada orang yang mengatakan bahwa dirinya pernah melihat jin maka ada dua kemungkinan; (1) dia ditipu oleh jin atau (2) dia sendiri yang menipu manusia.
Juga mengenai cara mengusir jin pada orang yang kerasukan jin pun berbeda. Bila ahlu sunnah cukup dibacakan ayat-ayat Al Qur’an dan tidak perlu menuruti kemauan jin. Tetapi kelompok di luar ahlu sunnah dibacakan mantra-mantra tertentu dan menuruti kemauan jin.
Mengenai ruh manusia yang meninggal; ahlu sunnah mengatakan bahwa ruh tersebut dibawa malaikat ke atas. Bagi ruhnya orang muslim lagi shalih maka akan disambut gembira oleh penduduk langit, sebab ruhnya berbau wangi. Tetapi bagi ruh jahat maka akan disumpah keburukan oleh penduduk, sebab ruhnya berbau busuk.
Setelah dihadapkan kepada Allah maka ruh-ruh itu akan dikembalikan ketika jasadnya sudah dikebumikan. Lalu akan menghadapi pertanyaan dari dua malaikat mungkar dan nakir. Dari sana ruh-ruh itu akan mendapatkan siksa kubur ataupun nikmat kubur (tergantung dari amalnya yang nanti menjawab semua pertanyaan dari dua malaikat tersebut).
Adapun menurut kelompok non ahlu sunnah maka ruh orang yang meninggal akan kembali atau tetap berada di lingkungan sekitar rumahnya. Makanya warga sekitar biasanya diminta menjaga rumah orang yang meninggal agar ruh orang yang meninggal tersebut tidak kembali bergentayangan di sekitar rumah dan lingkungannya.
Bahkan ada juga yang mempercayai tentang reinkarnasi. Yaitu kembalinya ruh orang yang sudah meninggal lalu menempel ke tubuh seseorang.
Padahal menurut ahlu sunnah ruh orang yang sudah meninggal dan sudah dikebumikan ya ruh itu akan berada di alam kubur hingga hari Kiamat. Kemudian dibangkitkan kembali.
Tetapi ingat bahwa keyakinan-keyakinan di atas –selain dari ahlu sunnah- maka sesungguhnya bukan berasal dari sumber Al Qur’an, As Sunnah maupun perkataan para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

