Ciri Khusus Aqidah Islam Dan Para Pengikutnya
Ternyata yang namanya tiruan itu bukan hanya sekedar barang atau produk saja. Tetapi sebuah ajaran atau keyakinanpun ada tiruan atau kemirip-miripannya.
Wallahu a’lam, apakah memang disengaja atau memang ada unsur ketidak sengajaan. Seperti ajaran menjaga lingkungan hidup, sosial, pensucian hati dan lain sebagainya. Yang pasti ada semacam kemiripan di sana.
Nah untuk mengetahui tentang ciri khusus aqidah ahlu sunnah wal jamaah, berikut ini adalah di antara ciri-ciri;
1. Integritas sumber (pedoman).
Semua orang atau kelompok mungkin bisa saja mengklaim diri/kelompoknya yang paling benar. Atau yang paling utama. Atau yang paling integreted. Sehingga membuat ada beberapa orang yang dibuat bingung. Manakah yang ahlu sunnah yang sebenarnya?
Maka untuk memudahkan dalam melihat tentang mana yang ahlu sunnah dan mana yang tidak, bisa dilihat dari sisi sumbernya.
Ingatlah bahwa sumber rujukan ahlu sunnah adalah berasal dari Kitab Allah, sunnah rasul-Nya dan ijma’nya para sahabat.
Maka apabila melihat seseorang atau kelompok yang mengaku beraqidah ahlu sunnah wal jamaah tetapi tidak bersumber dari ketiga di atas maka itu artinya bukan dari kelompok ahlu sunnah wal jamaah.

Lihat saja kelompok filsafat, ilmu kalam, kaum supranatural, atau orang-orang yang suka mengaku-ngaku nabi. Atau orang-orang yang mengaku-ngaku mengetahui hari esok, para peramal, dukun dan sebagainya.
Mereka tidak memiliki pedoman (sumber rujukan) yang jelas. Merka hanya comot sana comot sini. Ya, terkadang mereka dengan tidak malu-malunya mencomot salah satu atau beberapa dari ayat Al Qur’an atau hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Tetapi kenyataannya ayat atau hadits yang dicomot itu tidak sesuai dengan yang dimaksud oleh Allah dan rasul-Nya.
Jadi begitu lemahnya mereka dalam mengambil sumber rujukan. Apalagi bila melihat sumber rujukannya dari mimpi-mimpi yang penuh ilusi.
Salah satu contohnya beberapa puluh tahun lalu yang terjadi di Jepang. Di sana ada seorang tokoh agama yang mengatakan bahwa dalam waktu dekat (saat itu) akan terjadi suatu kejadian maha dahsyat (Kiamat).
Karena informasi itu yang begitu massif menyebar, akhirnya tidak sedikit dari para pengusaha Jepang yang menyerahkan harta kekayaannya kepada yayasan-yayasan sosial. Kemudian para pengusaha itu berubah menjadi biksu di biara-biara yang terdekat dari mereka.
Namun sampai tanggal dan waktu yang dikabarkan sebelumnya, ternyata tidak ada kejadian sama sekali. Jangankan kejadian gempa yang maha dahsyat, gempa kecil saja tidak ada.
Lalu tokoh agama yang mengatakan dan menyebarkan tentang akan adanya gempa maha dahsyat itu (saat dicecar dengan beberapa pertanyaan). Ternyata dia bilang bahwa dia hanya mendapatkan semacam ilham dalam mimpi. Nah!
Padahal Kiamat yang diyakini oleh kelompok ahlu sunnah wal jamaah sudah jelas asal sumbernya: Al Qur’an dan As Sunnah. Dari sana telah disebutkan tentang tanda-tandanya.
قُلْ هَاتُوْا بُرْهَانَـكُمْ إِنْ كُنْـتُـمْ صَادِقِيْنَ.
Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kalian adalah orang-orang yang benar”. Qs. Al Baqarah 111.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

