Sumbernya Aqidah (Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah) Bag.3
Sebelum diberangkat ke medan tugas di Yaman, Mu’adz bin Jabbal radliyallahu ‘anhu diberitahu tentang keadaan orang-orang Yaman. Sabda beliau;
إِنَّـكَ سَتَـأْتِى قَوْمًا أَهْـلَ كِـتَابٍ، فَلْـيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوْهُمْ إِلَيْهِ شَهَـادَةُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ- وَفِى رَوَايَةٍ: إِلَى أَنْ يُوَحِّـدُوْا اللهَ-، فَإِنْ هُـمْ عَطَاعُوْا لَكَ بِذَلِكَ، فَأَخْبِـرْهُمْ أَنَّ اللهَ قَدْ فَرَضَ عَلَـيْهِـمْ خَمْـسَ صَلَـوَاتٍ فِى كُـلِّ يْومٍ وَلَـيْلَةٍ، فَإِنَ هُمْ عَـطَاعُوْا لَكَ يِذَلِكَ، فَأَخْـيِرْهُـمْ أَنَّ اللهَ قَدْ فَرَضَ عَـلَـيْـهِمْ صَدَقَـةً تُؤْخَـذُ مِنْ أَغْـنِـيَائِـهِمْ فَـتُرَدُّ عَـلَى فُـقَرَائِهِـمْ، فَإِنْ هُـمْ عَطَاعُوْا لَكَ بِذَلِكَ، فَإِيَّـاكَ وَكَـرَائِمَ أَمْوَلِـهِمْ. واتَّـقِ دَعْـوَةَ الْـمَظْلُوْمِ، فَإِنَّـهُ لَيْسَ بَيْـنَهُ وَبَـيْنَ الله حِـجَابٌ.
Sesungguhnya engkau akan mendatangi satu kaum ahli Kitab (Yahudo dan Nasrani), maka hendaklah pertama kali yang kamu sampaikan kepada mereka adalah syahadat Laa Ilaaha ILLAAH wa anna Muhammad Rasulullah –dalam riwayat lain disebutkan, ‘Sampai mereka mentauhidkan Allah’-. Jika mereka telah mentaatimu dalam hal itu, maka sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah Ta’ala mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu sehari semalam. Jika mereka telah mentaati hal itu, maka sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah Ta’ala mewajibkan kepada mereka zakat yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka untuk dibagikan kepada orang-orang fakir di antara mereka. Dan jika mereka telah mentaati hal itu, maka jauhkanlah dirimu (jangan mengambil) dari harta terbaik mereka, dan lindungilah dirimu dari doa orang yang teraniaya, karena sesungguhnya tidak satu penghalangpun antara doanya dengan Allah. Diriwayatkan Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma.
Kemudian dilanjutkan dengan tes terlebih dahulu oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Yaitu berupa pertanyaan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bertanya, “Bagaimana kamu memutuskan suatu perkara jika diajukan perkara kepadamu dalam urusan hukum?”.
Mu’adz menjawab, “Saya akan putuskan dengan Kitab Allah”.
Lalu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam kembali bertanya, “Bagaimana jika tidak engkau temukan dalam Kitab?”.
Mu’adz bin Jabbal menjawab, “Saya akan putuskan dengan sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam”.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam kembali bertanya, “Bagaimana jika tidak kamu temukan dalam sunnah (Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam)?”.
Mu’adz menjawab, “Saya akan berijtihad dengan pemikiran saya dan saya tidak akan berlebih-lebihan”.

Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menepuk dadanya Mu’adz seraya beliau bersabda, “Segala puji bagi Allah yang telah menyamakan utusan dari utusan Allah sesuai dengan yang diridlai Rasulullah”. Diriwayatkan Abu Daud.
Dari wasiat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam (kepada sahabat Mu’adz bin Jabbal) dan percakapan beliau dengan sahabat Mu’adz bin Jabbal dapat disimpulkan bahwa ketika sahabat Mu’adz bin Jabbal radliyallahu ‘anhu menemui suatu perkara maka beliau diharuskan memutuskan dengan menggunakan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Tetapi apabila tidak ditemu pada kedua nara sumber tersebut (Al Qur’an dan As Sunnah) maka beliau akan berijtihad yang sesuai dengan yang fahami oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Selain itu sahabat Mu’adz pun memiliki tata cara tingakatan dalam pengambilan sunber hukum, yaitu Al Qur’an terlebih dahulu. Apabila di Al Qur’an sudah ada maka hal itu sudah cukup. Tetapi apabila tidak ada baru beliau mengambil dari As Sunnah. Dan apabila hal itu tidak juga ditemukan barulah beliau berijtihad.
Atau apabila sumbernya sudah ada dalam Al Qur’an tetapi masih belum jelas atau perlu penjelasannya maka beliau akan mencarinya pada As Sunnah. Begitulah seterusnya ke bawah.
Jadi tidak boleh semena-mena asal memutuskan suatu perkara.
Selain itu dakwah yang pertama kali disampaikan sahabat Mu’adz bin Jabbal adalah ajakan untuk bertauhid.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

