Sumbernya Aqidah (Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah) Bag.2

Sumbernya Aqidah (Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah) Bag.2

Dalam hadits disebutkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda;

تَرَكْـتُ فِيْـكُـمْ أَمرَيْنِ لَنْ تَـضِلُّوْا مَا تَمَـسَكْـتُـمْ بِهِـمَا كِتَـابَ اللهِ وَسُنَّـةَ نَبِـيِّـهِ.

Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang jika kalian berpegang teguh kepada keduanya (maka) kalian tidak akan sesat; yaitu Kitab Allah (Al Qur’an) dan sunnah nabi-Nya. diriwayatkan imam Malik dalam kitab Al Muwaththa’.

Hadits ini sudah masyhur di tengah masyatakat. Tetapi mirisnya justru kenyataannya di tengah masyarakat sendiri sering terjadi perselisihan.

Ya, jawabannya karena di saat melaksanakan/menjalankan Al Qur’an dan As Sunnah itu tidak sesuai dengan yang difahami oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Kemudian muncul pertanyaan; bukankah Allah telah menciptakan akal agar manusia bisa berfikir?

Jawabannya; iya benar. Allah Ta’ala telah menciptakan manusia dengan diberi perangkat akal dan otak agar bisa berfikir. Tetapi bukankah Allah Ta’ala telah menciptakan alam semesta yang begitu luas ini untuk berfikir?

Jadi manusia tidak akan pernah tersesat apabila mereka mau berpegang pada Al Qur’an dan As Sunnah yang sesuai dengan yang difahami oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan para sahabat beliau. Adapun akal dan fikiran yang Allah ciptakan pada setiap diri manusia itu untuk berfikir tentang bagaimana mengelola langit dan bumi ini agar sesuai juga dengan Al Qur’an dan As Sunnah yang sesuai dengan yang fahami Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan para sahabat beliau.

Sumbernya Aqidah (Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah) Bag.2

Selain itu akal dan fikiran juga seharusnya dipakai untuk bagaimana manusia lainnya mampu memahami apa yang Allah Ta’la maksudkan dalam hal penciptaannya. Plus akal dan fikiran mampu menundukkan nafsunya ketika ada bisikan nafsu untuk bermaksiat kepada Allah.

وَمَا أَبَـرِّئُ نَـفْسِـى، إِنَّ النَّـفْسَ لَأَمَّـارَةٌ بِالسُّوْءِ إِلَّا مَا رَحِـمَ رَبِّـى، إِنَّ رَبِّـى غَـفُوْرٌ رَحِيْـمٌ.

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lahi Maha Penyayang. Qs. Yusuf 53.

Jadi akal dan fikiran manusia umumnya cenderung untuk mudah menerima bisikan setan daripada menerima wahyu (baca; Al Qur’an As Sunnah yang sesuai dengan yang difahami Rasulullah shalallahu ‘alaihiwa salam dan para sahabat).

Nah di sinilah yang namanya ujian. Apakah manusia mau menerima bisikan setan sehingga akal dan fikirannya terbawa untuk melakukan kemaksiatan atau mau tunduk kepada AL Qur’an dan As Sunnah. Semuanay dikembalikan kepada setiap diri manusia itu sendiri.

Maka dari situlah akhirnya manusia akan berbeda cara pandangnya dalam memandang suatu masalah/perkara.

أَفَـمَنْ كَانَ عَـلَى بَـيِّنَـةٍ مِنْ رَبِّـهِ كَـمَنْ زُيِّـنَ لَهُ سُوْءُ عَـمَلِهِ وَاتَّـبَعُوْا أَهْـوَاءَهُـمْ.

Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya sama dengan orang yang (setan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya? Qs. Muhammad 14.

Pada ayat disebutkan: Maka apakah orang yang dijadikan (setan) menganggap baik pekerjaannya buruk lalu dia meyakini pekerjaannya itu baik, (sama dengan orang yang tidak dipitu oleh setan)? Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Qs. Faathir 8.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button