Sumbernya Aqidah (Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah)

Sumbernya Aqidah (Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah)

Setiap ideologi pasti memiliki sumber rujukan untuk dijadikan sebagai landasan dalam berfikir dan bertindak. Seperti komunis misalnya; ideologi ini sumber rujukannya adalah anti agama (terutama terhadap Islam). Maka tidak heran bila sering didengar bahwa para tokoh komunis itu mengucapkan slogan-slogannya; agama adalah candu!

Nah dari situlah akhirnya mereka berfikir bagaimana agar agama (terutama Islam) itu disingkirkan dari kehidupan manusia.

Setelah semuanya difikirkan barulah mereka bertindak; yakni dengan cara atau rencana atau rumusan-rumusan yang arahnya pada pelenyapan agama yang dianggap sebagai candu dalam kehidupan umat manusia.

Adapun sumber rujukan aqidah ahlu sunnah wal jamaah yang paling baku ada dua; Al Qur’an dan As Sunnah. Itupun dengan syarat; sesuai dengan yang difahami oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan para sahabat beliau radliyallahu ‘anhum.

Sumbernya Aqidah (Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah)

Jadi walaupun sumber rujukannya Al Qur’an dan As Sunnah tetapi apabila tidak sesuai dengan yang difahami oleh Rasulullah shalaallahu ‘alaihi wa salam maka hal itu tetap dianggap salah oleh ahlu sunnah wal jamaah.

Makanya ahlu sunnah memililki kriteria mengenai sumber rujukan ini (Al Qur’an dan As Sunnah). Bukan hanya sekedar yang penting rujukannya dari Al Qur’an dan As Sunnah ansih. Melainkan harus sesuai dengan ysng difahami Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan para sahabat beliau, radliyalallahu ‘anhum.

Bukankah hari banyak sekali orang/kelompok yang selalu mengaku berpegang pada Al Qur’an dan As Sunnah? Tetapi kenapa keyakinan, perilaku dan cara beramalnya berbeda?

Jawabannya ya karena pemahamaan mereka tidak sesuai dengan yang difahami Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan para sahabatnya. Dan karena pemahamannya tidak sesuai dengan yang difahami Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan para sahabat maka sekte-sektepun bermunculan

Bukankah sekte-sekte (firqah dhalalah) itu berpegang pada Al Qur’an dan As Sunnah? Sekte khawarij misalnya. Mereka berpegang teguh pada Al Qur’an tetapi mereka justru mengkafirkan banyak sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Bahkan Ibnu Muljam sendiri membunuh Ali bin Abu Thalib radliyallahu ‘anhu.

Saat ditangkap lalu disidang, dalam persidangan itu dia mengatakan bahwa Ali bin Abu Thalib telah murtad. Na’udzubillah.

Dan ketika dijatuhi hukuman berupa dipotong tangan dan kaki secara bersilang, diapun sama sekali tidak menunjukkan tanda penyesalan. Bahkan ketika dipotong tangan dan kakinya secara bersilangpun lidah dia masih terus menerus melantunkan dzikirnya. Dan tatkala lidahnya hendak dipotong barulah dia menangis dengan memohon agar tidak dipotong lidahnya. Sebab lidahnya dia gunakan untuk berdzikir. Subhanallah. Dia dalam kesesatan tetapi merasa dalam keimanan.

Maka benarlah Allah Ta’ala telah memberikan pagar mengenai hal ini dalam firman-Nya;

يَاأَيُّـهَـاالَّـذِيْنَ أَمَـنُوْا أَطِيْعُوْا اللهَ وَأَطِيْعُوْا الرَّسُوْلَ وَأُوْلِى الْأَمْـرِ مِنْـكُمْ، فَـإِنْ تَـنَازَعْـتُمْ فِى شَيْئٍ فَرُدُّوْهُ إِلَى اللهِ الرَّسُوْلِ إِنْ كُنْـتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْأَخِرِ، ذَلِـكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَـأْوِيْلًا.

Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah rasul(Nya), dan ulil amri di antara kalian. Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan rasul-Nya (As Sunnah), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button