Dakwah Nabi Kita, Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wa Salam Bag.4
Apabila melihat keterangan di atas, yakni bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam juga melakukan peperangan terhadap orang-orang musyrik. Namun begitu bukan berarti Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sama sekali tidak mengurusi persoalan-persoalan yang ada di tengah-tengah masyarakat.
Bahkan justru dengan jihad di jalan Allah-lah akhirnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bisa mengatasi segala persoalan ada di tengah-tengah masyarakat. Dan terlebih lagi perkara tauhid benar-benar bisa terlindungi.
Sebagai contoh adalah; shalat, zakat, puasa, haji dan semua syariat yang telah Allah tetapkan
Bukankah dahulu saat berada di Makkah kaum muslimin tidak bisa melaksanakan semua syariat yang telah Allah teteapkan (seperti di atas)? Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dahulu setiapkali melakukan shalat di Ka’bah selalu saja diganggu oleh musyrikin Quraisy.

Setelah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sudah kokoh di Madinah pun ketika hendak melaksanakan ibadah haji, yang tempatnya berada di Makkah (sebab posisi Ka’bah berada di Makkah) saja masih saja dihalang-halangi. Tetapi ketika kaum muslimin melakukan sumpah setia untuk menuntut darahnya Utsman bin Affan, ternyata pihak Quraisy pun ngeper. Lalu terjadilah perjanjian Hudaibiyah yang bila mellihat isi perjanjian Hudaibiyah itu adalah diperbolehkannya kaum muslimin melakukan ibadah haji walau tahun depan.
Padahal sumpah setianya kaum muslimin demi menuntut balas atas darahnya Utsman itu berawal dari intriknya musyrikin Quraisy saja agar kaum muslimin gagal dalam rencana melaksanakan ibadah hajinya. Tetapi ternyata intriknya itu dibalas oleh kaum muslimin dengan sumpah setia menuntut darahnya Utsman sampai titik darah penghabisan.
Nah, setelah terjadi perjanjian Hudaibiyah dan kaum muslimin mendapat kepastian dengan diperbolehkannya melaksanakan syariat Allah Ta’ala (berupa ibadah haji), maka tuntutan untuk menuntut (isu) terbunuhnya Utsman bin Affan pun tidak terjadi, atau diurungkan.
Namun begitu Allah Ta’ala tetap menulis amal para sahabat yang melakukan sumpah setia itu sebagai amal shalih. Yakni sebagai bentuk cinta mereka kepada Allah Ta’ala untuk selalu mentaati-Nya dan mentaati rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wa salam. Bahkan Allah Ta’ala memuji para sahabat yang ikut dalam sumpah (ba’iat ridhwan) yang menuntut darahnya Utsman tersebut dalam firman-Nya;
لَـقَدْ رَضِيَ اللهُ عَنِ الْـمُؤْمِـنِيْنَ إِذْيُـبَايِـعُوْنَ تَـحْتَ الشَّـجَرَةِ فَـعَـلِمَ مَا فِى قُـلُوبِـهِمْ فَأَنْـزَلَ السَّكِـيْنَـةَ عَـلَيْـهِمْ وَأَثَـابَـهُمْ فَـتْحًـا قَرِيْـبًـا.
Sesungguhnya Allah telah ridla terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji (sumpah) setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dengan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya). Qs. Al Fath 18.
Jadi peperangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan para sahabatnya itu bukan seperti yang dituduhkan orang-orang yang membenci Islam. Bukan!
Tetapi peperangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam itu hanya untuk membentengi orang-orang yang memusuhi Islam dan kaum muslimin. Hal itu terbukti dengan puluhan kali Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam memimpin peperangan tetapi beliau hanya sekali saja membunuh musuh. Itu karena terpaksa! Yakni ketika beliau terperosok masuk jebakan musuh. Lalu musuh hendak melemparkan tombaknya tubuh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tetapi Rasulullah shalallahu ’alaihi wa salam jauh lebih gesit. Sehingga beliau langsung merampas tombak yang dipegang musuh yang hendak menombak beliau. Kemudian tombak itu langsung dilemparkan kepada musuh yang hendak menombaknya dan mengenai tubuh musuh tersebut, hingga musuh tersebut tewas.
Jadi sangat salah besar bagi orang-orang/kelompok pembenci Islam yang menuduh bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam itu sangat cinta peperangan dan haus darah. Tidak! Sungguh peperangan beliau hanya untuk membentengi agar kaum muslimin bisa menjalankan syariat Allah Ta’ala tanpa gangguan.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

