Dakwah Nabi Kita, Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wa Salam Bag.2
Setelah tiga belas tahun ternyata tanaman tauhid tidak bisa berkembang dengan sempurna dan bahkan bisa saja layu dan mati apabila terus menerus mendapatkan hama. Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pun memutuskan untuk memindahkan tanaman tauhid ini ke tanah yang subur agar tanaman tauhid ini bisa berkembang dengan sempurna.
2. Sepuluh tahun setelah hijrah.
Begitu sampai di Madinah rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam langsung melakukan konsolidasi dengan cara mempersaudarakan antara muhajirin dengan anshar. Dari sana akan terlihat nilai-nilai ruhiyah dan tauhid uluhiyah.
Untuk para muhajirin; mereka yang sejak memantapkan diri mereka untuk mengikuti perintah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam hijrah ke Madinah. Padahal di Makkah mereka sudah memiliki keduniaan yang berlimpah. Maka semua keduniaannya itu mereka tinggalkan. Demi mengaplikasikan tauhid uluhiyah!
Dan ternyata sesampainya di Madinah mereka dipersaudarakan dengan saudara muslim mereka di Madinah. Ini suatu anugrah bukan?
Ya anugerah. Sebab ketika awal sampai di Madinah mereka merasa sendirian (walau mereka juga menyadari bahwa ada juga saudara muslim lainnya dari Makkah). Tetapi kan sangat berbeda rasanya bila ini lebih diperkuat dengan nilai persaudaraan.
Bukan hanya itu, mereka juga mendapatakan tempat tinggal (tanah dan rumah) secara gratis. Dan yang lebih yang tidak masuk akal (menurut logika manusia saat ini) adalah mereka diberi istri saudara seimannya; setelah istri saudaranya tersebut diceraikan.
Sementara untuk para anshar; mereka harus rela menerima saudara seimannya datang ke negerinya (Madinah) demi menyelamatkan agama dan jiwanya.

Setelah mereka dipersaudarakan dengan salah satu saudara seimannya maka mereka tanpa dikomando langsung memberi ‘hadiah’ kepada saudara seimannya dengan berbagai ‘fasilitas’ yang mereka punya. Seperti rumah, tanah dan bahkan jika saudara seimannya mau maka mereka akan memberikan istrinya kepada saudara seimannya dengan cara; setelah diceraikan. Dan setelah selesai masa iddah tentunya.
Hal itu mereka lakukan demi ‘memberi kenyamanan’ kepada saudaranya seiman yang telah rela meninggalkan negerinya demi menjaga agama dan jiwanya. Selain itu juga demi menjalankan perintah Allah berupa;
وَالَّـذِيْنَ تَـبَوَءُو الـدَّارَ وَالْإِيْـمَـانَ مِنْ قَـبْلِتهِـمْ يُـحِبُّوْنَ مَنْ هَـاجَرَ إِلَـيْـهِمْ وَلَا يَـجِـدُوْنَ فِى صُـدُوْرِهِـمْ حَـاجَـةً مِّـمَّـا أُوتُوْا وَيُـؤْ ثِرُوْنَ عَـلَى أَنْـفُـسِـهِـمْ وَلَوْ كَـانَ بِـهِـمْ خَصَـاصَةٌ، وَ مَنْ يُوْقَ شُـحَّ نَـفِـسِهِ فَأُوْلـئِكَ هُـمُ الْمُـفْـلِحُوْنَ.
Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman(Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas dirimereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang beruntung. Qs. Al Hasyr 9.
Ya, mereka benar-benar mencintai saudara seimannya melebihi dirinya sendiri. Hal ini disebabkan kecintaan mereka kepada Allah Ta’ala. Dan inilah bentuk dari tauhid uluhiyah.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

