Dakwah Para Rasul Kepada Aqidah Tauhid
Apabila mau menelisik tentang kisah para rasul yang Allah ceritakan dalam Al Qur’anul Karim beserta peristiwa yang terjadi bersama kaumnya. Maka akan didapati bahwa mereka semua menyeru kaumnya kepada tauhid dan mengingatkan tentang bahayanya syirik. Lihat; TATHHIIRUL I’TIQAAD, karya syaikh Shan’aani, hal. 5.
Jadi ternyata dakwah tauhid itu sebenarnya memang sejak dahulu kala sudah didengung-dengungkan/dikampanyekan oleh para rasul Allah. Artinya bahwa dakwah kepada tauhid dan bahayanya syirik adalah tema yang selalu up to date. Sampai-sampai Allah Ta’ala banyak sekali menceritakan para rasul-Nya dalam Al Qur’an yang selalu mendakwahkan tauhid
وَمَا أَرَسَـلْنَـا مِنْ قَبْـلِـكَ مِنْ رَسُوْلٍ إِلَّا نُوْحِى إِلَـيْهِ أَنَّـهُ لَا إِلَـهَ إِلَّا أَنَـا فَاعْـبُـدُوْنِ.
Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmusekalian akan Aku”.Qs. Al Anbiyaa’ 25.
وَلَقَـدْ بَـعَـثْـنَا فِي كُـلِّ أُمَّـةٍ رَسُوْلًا أَنِ اعْـبُـدُوْا اللهَ وَ اجْـتَـبُوْا الطَّاغُوْتَ.
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Semabhlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu”. Qs. An Nahl 36.
يُـنَـزِّلُ الْمَـلَائِـكَـةَ بِالرُّوْحِ مِنْ أَمْرِهِ عَـلَى مَنْ يَـشَـاءُ مِنْ عِـبَـادِهِ أَنْ أَنْـذِرُوْا أَنَّـهُ لَا إِلَـهَ إِلَّا أَنَـا فَاتّـقُوْنِ.

Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: “Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu sekalian bertaqwa kepada-Ku”. Qs. An Nahl 2.
Jadi dakwah yang disampaikan oleh semua rasul adalah dakwah tauhid. Yaitu meng-ESA-kan Allah dalam beribadah, bertaqwa kepada-Nya, taat kepada-Nya dan mentaati para rasul-Nya.
Adapun perkara muamalah itu adalah hasil pantulan dari masalah utamanya; wajibnya tauhid dan larangan syirik.
Contohnya seperti masalah timbangan. Dalam dunia perdagangan maka timbangan adalah sangat sesuatu sekali. Ya, sesuatu sekali. Yaitu bagi orang yang tauhidnya belum benar maka biasanya dia akan meminta timbangannya (saat belanja) agar sesuai. Sebaliknya, apabila dia yang sedang berjualan maka dia akan mengkurang-kurangkan ukuran timbangannya. Kenapa?
Memang sepintas jika dilihat dia ingin untung besar. Tetapi apabila dilihat memakai kaca mata tauhid maka sebenarnya orang ini tauhhidnya yang rusak. Sebab dia pikir bahwa keculasannya tidak akan diketahui. Padahal Allah-lah yang mengetahui segalanya. Dan salah satu ajaran dari tauhid adalah berbuat adil.
وَيْـلٌ لِـلْمُطَفِّـفِـيْنَ. الَّـذِيْنَ إِذَا اكْـتَـالُوْا عَـلَى النَّـاسِ يَسْـتَوْفُـوْنَ. وَإِذَا كَـالُوْهُـمْ أَوْ وَزَنُوْهُـمْ يُحْـسِرُوْنَ. أَلَا يَظُـنُّ أُولَئِـكَ أَنَّـهُـمْ مَبْـعُوْثُوْنَ. لِيَـوْمٍ عَـظِيْمٍ. يَوْمَ يَـقُوْمُ النَّـاسُ لِرَبِّ الْـعَـالَمِـيْنَ.
Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima kataran dari orang lain mereka minta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. Pada suatu hari yang besar. (Yaitu) hari (ketika) manusia berdirimenghadap Tuhan semesta alam?. Qs. Al Muthaffifin 1-6.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

