Aqidah Tauhid Dan Kapan Terjadi Perpecahannya Bag.3

Aqidah Tauhid Dan Kapan Terjadi Perpecahannya Bag.3

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adamdari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”. Mereka menjawab, “Betul(Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (ke-ESA-an Tuhan)”. Qs. Al A’raaf 172-173.

Dari ayat di atas menunjukkan bahwa sebenarnya Allah sama sekali tidak pernah dhalim terhadap para hamba-Nya. Dan Allah Ta’ala juga tidak pernah pilih kasih terhadap para hamba-Nya. Sebab selain ayat di atas masih ada lagi ayat-ayat Allah Ta’ala yang justru menunjukkan kasih sayangnya Allah Ta’ala terhadap para hamba-Nya.

Sebagai bentuk tanggung jawabnya Allah Ta’ala terhadap semua hamba-Nya, maka Allah pun memberi mereka semua rezeki. Dan rezeki yang paling mahal adalah rezeki iman. Adapun iman itu sendiri tentunya yang tauhid salah satunya.

Nah apabila para hamba-Nya ada yang menyimpang dan tersesat jalan maka Allah Ta’ala langsung mengutus nabi dan rasul untuk mengembalikan para hamba-Nya agar kembali ke jalan yang lurus.

Aqidah Tauhid Dan Kapan Terjadi Perpecahannya Bag.3

كَـذَّبَتْ قَوْمُ نُوْحٍ الْـمُرْسَـلِيْنَ. إِذْقَـاَلَ لَهُـمْ أَخُوْهُـمْ نُوْحٌ أَلَا تَـتَّـقُوْنَ. إِنَّى رَسُوْلٌ أَمِـيْنٌ. فَـا تَّـقُوْا اللهَ وَ أَطِيْـعُوْنِ.

Kaum Nuh telah mendustakan para rasul. Ketika saudara mereka, Nuh, berkata kepada mereka, “Mengapa kalian tidak bertaqwa?. Sesungguhnya aku ini adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepada kalian. Maka bertaqwalah kepada Allah dan taatilah aku”. Qs. Asy Syu’araa 105-108.

كَـذَّبَـتْ عَـادٌ الْـمُرْسَـلِـيْنَ. إِذْ قَاالَ لَهُـمْ أَخُوْهُـمْ هُوْدٌ أَلَا تَـتَّقُوْنَ. إِنِّى لَـكُمْ رَسُوْلٌ أَمِـيْنٌ. فَاتَّـقُوْا اللهَ وَأَطِيْعُوْنِ.

Kaum ‘Ad telah mendustakan para rasul. Ketika saudara mereka, Hud, berkata kepada mereka, “Mengapa kalian tidak bertaqwa?. Sesungguhnya aku ini adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepada kalian. Maka bertaqwalah kepada Allah dan taatilah aku”. Qs. Asy Syu’araa 123-126.

كَـذَّبَـتْ ثَـمُوْدُ الْمُرْسَلِـيْنَ. إِذْ قَالَ لَهُـمْ أَخُوْهُـمْ صَالِحٌ أَلَا تَـتَّـقُوْنَ. إِنِّى لَـكُمْ رَسُوْلٌ أَمِـيْنٌ. فَاتَّـقُوْا اللهَ وَأَطِيْعُوْنِ.

Kaum Tsamud telah mendustakan para rasul. Ketika saudara mereka, Shalih, berkata kepada mereka, “Mengapa kalian tidak bertaqwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepada kalian. Maka bertaqwalah kepada Allah dan taatilah aku”. Qs. Asy Syu’araa 141-144.

Dan masih ada lagi yang Allah kisahkan dalam surat Asy Syu’araa ini dari para rasul-Nya.

Prinsipnya bahwa setiap kali para rasul ini meninggal dunia lalu kaumnya kembali musyrik maka Allah turunkan lagi rasul berikutnya untuk kembali mengajak hamba-hamba-Nya kepada tauhid.

Jadi begitu sayangnya Allah kepada para hamba-Nya bukan?

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button