Aqidah Ahlu Sunnah Bag.11

Aqidah Ahlu Sunnah Bag.11

Setelah membaca beberapa hadits tentang perpecahan di kalangan umat (baik Yahudi, nasrani maupun Islam). Maka hal itu mempertegas bahwa setiap muslim harus lebih kritis dalam memahami agamanya. Hal itu agar terhindar dari terperosok ke dalam lubang kesesatan, atau terperangkap pada firqah (kelompok) yang dikatakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sebagai kelompok (firqah) yang bakal masuk neraka.

Dan sebagaimana diketahui bahwa yang dimaksud dengan ahlu sunnah wal jama’ah, sebagaimana yang disampaikan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dalam beberapa hadits di atas, adalah orang-orang yang selalu berpegang teguh terhadap sunnah-sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam yang sesuai dengan yang difahami oleh para salafush shalih; para sahabat, para tabi’in dan tabi’ut tabi’in.

Jadi andaipun ada seseorang yang sendiri di suatu daerah lalu masyarakat di sana tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, hanya dirinya sendiri yang sesuai dengan prinsip-prinsip Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam maka orang tersebut termasuk ahlu sunnah wal jama’ah.

Aqidah Ahlu Sunnah Bag.11

Imam Abu Abu Syamah rahimahullah berkata, “Di mana saja datang perintah untuk berpegang pada Al Jam’ah maka yang dimaksud dengannya adalah berpegang pada Al Haq dan mengikutinya. Sekalipun orang yang berpegang padanya sedikit sedangkan yang menyelisihinya banyak. Karena Al Haq itu adalah sesuatu yang di atasnya itulah Al Jama’ah dari zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan para sahabatnya. Dan tidak perlu melihat pada banyaknya ahlul batil sepeninggal beliau”.

Sementara itu Amr bin Maimun Al Audi rahimahullah memiliki pengalaman lain. Beliau berkata, “Aku telah menyertai Mu’adz bin Jabbal radliyallahu ‘anhu di Yaman. Tidaklah aku meninggalkan beliau sampai aku menguburkannya di Syam.

Lalu sepeninggal beliau aku menyertai orang yang paling faqih, yaitu Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu. Maka aku mendengar beliau berkata;

عَـلَيْـكُـمْ بِالْـجَـمَاعَـةِ، فَـإِنَّ يَـدُ اللهَ مَعَ الْـجَـاعَـةِ.

“Hendaklah kalian setia terhadap berjama’ah, karena tangan Allah itu menyertai AL Jama’ah”.

Lalu pada suatu hari Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu berkata, “Akan datang pada masa kalian penguasa yang mengakhirkan shalat dari waktu-waktunya. Maka tegakkanlah shalat pada waktu-waktunya karena itu adalah kewajiban. Dan shalatlah bersama mereka karena hal itu akan menjadi tambahan amal shalih bagi kalian”.

Maka kukatakan kepada beliau, “Wahai sahabat Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam, saya tidak tahu apa yang anda katakan”.

Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu balik bertanya, “Apa itu?”.

Kukatakan, “Anda memerintahkan saya untuk setia kepada Al Jama’ah. Lalu anda berkata kepada saya, “Shalatlah sendirian karena itu wajib, dan shalatlah bersama jama’ah karena hal itu akan menjadi tambahan amal shalih bagi kalian”.

Maka beliau berkata, “Wahai Amr bin Maimun, dahulu aku mengira engkau itu adalah orang yang paling faqih di negeri ini. Tahukah engkau apa itu Al Jama’ah?”.

Kujawab, “Tidak tahu”.

Lalu beliau berkata;

إِنَّ جُمْـهُوْرَ الـنَّـاسَ فَارَقُـوْا الْـجَـمَاعَـةُ، وَ أَنَّ الْـجَـمَاعَـةَ مَا وَافَـقَ الْـحَـقَّ وَ إِنْ كُـنْتَ وَحْـدَكَ.

“Sesungguhnya mayoritas manusia telah memisahkan diri dari Al Jama’ah. Sesungguhnya Al Jama’ah itu adalah apa yang cocok dengan kebenaran sekalipun engkau sendirian”.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button