Aqidah Ahlu Sunnah Bag.5
2. Filsafah.
Para salafush shalih melarang kaum muslimin mengikuti faham filsafat ini. Sebab filsafat itu dibangun di atas pemahaman ilusi, logika khayal dan ‘bisikan-bisikan’-penuh- khurafat dan sesuatu yang tidak jelas.
3. Tasawwuf.
Untuk yang faham ini mungkin agak sedikit mengernyitkan kening. Sebab sudah banyak para tokoh agama hari ini banyak yang memiliki pemahaman tasawuf.
Tetapi untuk lebih mudahnya maka harus ditarik ke belakang. Yakni dizaman para sahabat. Sudah adakah pemahaman tasawuf kala itu?
Tasawuf ternyata istilah yang sama sekali tidk dikenal di zaman para sahabat radliyalllahu ‘anhum. Bahkan juga tidak dikenal di zaman tiga generasi awal (sahabat, tabi’in dan ta bi’ut tabi’in). Ajaran ini baru muncul sesudah generasi yang tiga ini. Lihat HAQIIQAH ASH SHUUFIYAH, hal. 14.

Imam Ibnul Jauzi berkata, “Tasawuf adalah suatu aliran yang laihrnya diawali degan sifat zuhud secara keseluruhan, kemudian orang-orang yang menisbatkan diri kepada aliran ini mulai mencari kelonggaran dengan mendengarkan nyanyian dan melakukan tarian-tarian. Sehingga orang-orang awam yang cenderung kepada akhirat tertarik kepada mereka. Karena mereka menampakkan sifat kezuhudannya. Dan orang-orang yang cinta duniapun tertarik kepada mereka karena melihat gaya hidup yang suka bersenang-senang dan bermain pada diri mereka”. Talbisul Iblis, hal. 161.
DR. Shabir Tha’imah dalam kitabnya ASH SHUFIYAH MU’TAQADAN WA MASLAKAN, hal. 17. Berkata, “Dan jelas sekali besarnya pengaruh gaya hidup kependetaan Nasrani –yang mereka selalu memakai wol ketika mereka berada di dalam biara-biara- pada orang-orang yang memusatkan diri pada kegiatan ajaran tasawuf ini di seluruh dunia. Padahal Islam telah membebaskan dunia ini dengan tauhid. Yang mana gaya hidup ini dan lainnya telah memberikan suatu pengaruh yang sangat jelas pada tingkah laku para pendahulunya (dari) ahli tasawuf”. Dinukil oleh syaikh Shalih Al Fauzan dalam kitabnya HAQIQAT AT TASAWUF, hal. 13.
Sementara itu di BRAINLY disebutkan; Filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran atau rasio. Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.
Filsafat adalah ilmu yang membedakan benar dan salah berdasarkan akal.
Dari sini setidaknya umat sudah memahami bahwa ternyata filsafat itu dalam memahami segala sesuatu –terutama masalah benar dan salah- didasarkan pada akal, bukan pada bimbingan wahyu. Maka tidak salah apabila salafush shalih melarangnya.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

