Tanda-tanda Kiamat Kubra Bag.47
Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj (a).
Sungguh Allah Subhaanahu wa Ta’ala telah menyinggung tentang Ya’juj dan Ma’juj ini dalam surat Al Kahfi. Bahwa di sana menceritakan tentang nabi Dzulqarnain yang dalam perjalanannya di muka bumi ini menemukan suatu daerah yang terletak di antara dua gunung.
Di sana ditemukan suatu kaum yang hampir-hampir tidak bisa dimengerti bahasanya. Bukan hanya itu, melainkan mereka juga bengis. Pada ayat itu disebutkan bahwa kaum yang lain (karena sering diganggu) maka mereka meminta bantuan dan petimbangan kepada Dzulqarnain.
Ya, kaum itu bahkan siap ‘membayar’ upeti (upah) keamanan kepada Dzulqarnain. Sampai-sampai merekapun ingin membuat benteng agar tidak diganggu terus menerus oleh dua kaum.
Sebab kedua kaum itu bukan saja pengganggu melainkan juga perusak. Bisa dibayangkan bukan; ketika kaum itu bertemu dengan alam maka alamnya akan dihabisi. Bila bertemu dengan manusia maka mereka tidak segan-segan membunuh manusia yang dijumpainya.

Maka tidak mengherankan bila kemudian Allah mengurungnya melalui tangannya Dzulqarnain. Yakni Dzulqarnain membangun dinding yang kokoh yang membuat mereka tidak bisa mengetahui dunia luar. Hingga Allah kelak menentukan mereka bisa keluar dari kurungan dinding tembok kokoh yang dibuat Dzulqarnain.
Dan bila sudah keluar maka hancur leburlah dunia karena ulahnya yang selalu membuat kerusakan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Kahfi ayat 93-99.
Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.
Mereka berkata: “Hai Zulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Makjuj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?”
Zulkarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,
berilah aku potongan-potongan besi” Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Zulkarnain: Tiuplah (api itu)”. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata: “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu”.
Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.
Zulkarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar”.
Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya. Qs. Al Kahfi 93-99.
Dari sini bisa diketahui bahwa sebenarnya Ya’juj dan Ma’juj sudah ada hanya saja Allah masih menyembunyikan mereka dari manusia lainnya hingga Allah sendiri kelak yang menentukan kapan mereka bisa keluar dari dinding kokoh yang ‘memenjarakan’ mereka itu.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

