Tanda-tanda Kiamat Kubra Bag.32
Apakah Ibnu Shayyad itu Dajjal? (b).
Bila melihat dari penggalan hadits di atas maka tidak salah apabila ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa Ibnu Shayyad ada Dajjal itu sendiri. Tetapi alangkah baiknya bila menyimak lanjutan hadits yang sempat terputus di atas.
Setelah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menyangkal pernyataan Ibnu Shayyad tentang dirinya yang katanya seorang nabi. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam lalu menanyakan sesuatu kepada Ibnu Shayyad, “Apa yang kamu lihat?”.
Ibnu Shayyad berkata, “Ada orang-orang sejati dan pembohong mengunjungiku”.
Raslullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Kamu dengan masalah ini”. Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menambahkan lagi, “Aku telah menyimpan sesuatu untukmu (dalam pikiranku)”.

Ibnu Shayyad lalu berkata, “Ad Dukh”.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menjawab, “Ikhsa’(kamu seharusnya malu), karena kamu tidak akan dapat melewati batas kemampuanmu”. Begitu melihat ketidak sopanannya Ibnu Shayyad maka Umar berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah. Izinkan daku memukul tengkuknya”.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menjawab perkataannya Umar, “Jika orang ini adalah dia (Dajjal) maka kamu tidak akan dapat mengalahkannya. Dan jika dia adalah orang lain (bukan Dajjal), maka tidak ada gunanya kamu membunuhnya”. Diriwayatkan Muslim dalam Shahih-nya 4/2244. Hadits no. 2930.
Namun Muslim pada Shahih-nya yang lain juga meriwayatkan yang ternyata ikut dalam menyempurnakan hadits di atas. Yakni dari Salim bin Abdullah, dia berkata, ‘Aku mendengar Abdullah bin Umar radliyallahu ‘anhuma menambahkan, ‘Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan Ubay bin Ka’ab Al Anshari (sekali lagi) pergi ke taman di mana Ibnu Shayyad berada.
Ketika memasuki taman, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam secara diam-diam bersembunyi di balik pohon kurma dengan niat untuk mendengarkan sesuatu dari Ibnu Shayyad sebelum menemuinya secara langsung.
Saat itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam melihat Ibnu Shayyad sedang berbaring di tempat tidurnya, ditutupi dengan kain bludru (dan gumamannya Ibnu Shayyad terdengar).
(Tahu-tahu) ibunya Ibnu Shayyad melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan berkata, ‘Wahai Saafi. Ini Muahmmad!’. Ibnu Shayyad langsung menghentikan gumamannya.
Lalu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Jika ibunya diam, maka aku akan belajar lebih banyak tentang dia (Ibnu Shayyad, pen)”. Diriwayatkan Muslim dalam Shahih-nya, 4/2244. Hadits no. 2931.
Dari hadits di atas menunjukkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sebenarnya ingin memastikan tentang siapakah Ibnu Shayyad yang sebenarnya. Terlebih bila melihat ibunya Ibnu Shayyad yang tidak memiliki rasa hormat sama sekali kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

