Tanda-tanda Kiamat Kubra Bag.30
Aqidah Ahlusunnah Tentang Dajjal
Ada apa dengan ahlu sunnah? Apakah berbeda pemahamannya haku sunnah dengan non ahlu sunnah kaitannya dengan Dajjal?
Jawabannya; jelas sangat berbeda sekali. Sebab ada pemahaman di luar ahlu sunnah yang memahami tentang Dajjal bahwa Dajjal bukan seperti yang manusia sebagaimana yang difahami ahlu sunnah. Di antara yang disebutkan bahwa katakan seperti hari yang semuanya serba cepat dan canggih.

Dengan begitu ada sekelompok orang yang tidak mengakui akan adanya Dajjal yang sebagaimana yang difahami oleh ahlu sunnah. Sehingga kecepatan pesawat terbang, misalkan, itulah sebenarnya Dajjal. Sehingga dalam hal shalat saja uamt manusia disuruh menyesuaikan dengan konservasi waktu daerah.
Seperti WIB, WITA dan WIT, misalnya. Yah, begitulah salah satu contoh pemahaman dari non ahlu sunnah. Sementara aqidah ahlu sunnah sebagaimana yang sudah ditulis beberapa waktu lalu.
Oleh karena itu berikut ini beberapa komentar para ulama ahlu sunnah tentang Dajjal;
Imam Ahmad berkata, “Barangsiapa yang menyanggah hadits-hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, maka dia berada di ambang kehancuran ketaqwaan. Dia akan bisa menjadi kafir. Sebab dia telah berani menolak atau tidak menerima hadits Rasulullah atau berita-berita ari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Tidaklah seorang ahlul Kiblat keluar dari Islam sampai dia mengembalikan satu ayat dari kitab Allah Ta’ala atau mengembalikan sesuatu peninggalan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam”.
Imam Ahmad menambahkan, “Barangsiapa yang menolak satu ayat dari kitabullah, maka dia telah menolak seluruhnya Al Qur’an (Kitab). Dan barangsiapa yang menolak sebuah hadits dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, maka dia telah menolak seluruh jejaknya dan dia telah kafir kepada Allah Ta’ala”.
Ibnu Katsir berkata tentang orang-orang yang mengingkari akan kemunculannya Dajjal, “Mereka telah keluar dari jangkauan ulama, karena mereka menolak terhadap apa yang diriwayatkan oleh para perawi terpercaya dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam”.
Imam Asy Syaukani mengatakan dalam kitab TAFSIIR FII TAWAATUR FIIL MUTAWAATIRL MAHDI WAD DAJJAAL WAL MASIIH, “Hadits yang disebutkan tentang Mahdi yang ditunggu adalah mutawatir, hadits yang meriwayatkan tentang Dajjal adalah mutawatir. Dan hadits tentang akan turunnya Isa bin Maryam juga mutawatir”.
Jadi, aqidah tentang akan munculnya Dajjal sudah jelas. Begitu juga tentang bentuk fisik Dajjal. Mereka semua mengimaninya semuanya tanpa mentafsirkan dengan suatu bentuk apapun. Atau mentakwilnya dengan sesuatu yang lainnya. Ahlu sunnah betul-betul menerima apa adanya dengan berita dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

